You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sogo
Desa Sogo

Kec. Balerejo, Kab. Madiun, Provinsi Jawa Timur

Transparansi Anggaran: Desa Sogo Balerejo Rilis Laporan Realisasi APBDes 2025

Administrator 11 Maret 2026 Dibaca 57 Kali
Transparansi Anggaran: Desa Sogo Balerejo Rilis Laporan Realisasi APBDes 2025

SOGO, 11 Maret 2026 – Melalui publikasi infografis Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2025, Desa Sogo melaporkan secara rinci arus kas desanya. Hasilnya menunjukkan tata kelola keuangan yang sangat sehat: target pendapatan nyaris tercapai sempurna, serapan belanja yang efisien, dan ditutup dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang positif.

Laporan ini tidak sekadar deretan angka, melainkan cerminan dari roda pemerintahan desa yang berjalan efektif, selaras dengan slogan kebanggaan daerah, "Madiun Bersahaja".

Postur Pendapatan: Kuat di Berbagai Lini

Kemandirian dan dukungan finansial Desa Sogo di tahun 2025 terbilang sangat solid. Dari total target Pendapatan Desa sebesar Rp 2.882.082.351,24, pemerintah desa berhasil merealisasikan Rp 2.880.853.921,36. Pencapaian ini hanya berselisih sangat tipis, yakni sekitar Rp 1,22 juta (kurang dari 0,05%) dari target awal.

Kekuatan utama penopang kas desa berasal dari Pendapatan Transfer yang terealisasi sebesar Rp 2,22 miliar. Rinciannya menunjukkan penyerapan 100 persen pada pos-pos krusial:

  • Dana Desa (DD): Rp 987.140.000,00

  • Alokasi Dana Desa (ADD): Rp 873.152.000,00

  • Bagian dari Hasil Pajak Daerah: Rp 63.149.276,00

  • Bagian dari Hasil Retribusi Daerah: Rp 6.393.275,00

Satu-satunya pos transfer yang mengalami sedikit kontraksi adalah Bantuan Keuangan dari Kabupaten, yang dianggarkan Rp 300 juta namun terealisasi Rp 294,03 juta (kurang Rp 5,96 juta). Namun, hal ini berhasil dikompensasi oleh Pendapatan Lain-lain yang melonjak tajam; dari target hanya Rp 3 juta, terealisasi hingga Rp 7,74 juta.

Pendapatan Asli Desa (PADes), berhasil memenuhi target 100 persen di angka Rp 649.247.800,24.

Postur Belanja: Efisiensi dan Skala Prioritas

Pemerintah Desa Sogo menetapkan pagu belanja tahun 2025 sebesar Rp 2.743.062.941,65. Hingga tutup buku, total dana yang terserap adalah Rp 2.623.732.687,00. Terdapat penghematan anggaran (efisiensi) sebesar Rp 119.330.254,65 di berbagai sektor tanpa mengorbankan program prioritas.

Berikut adalah rincian penyerapan anggaran berdasarkan bidang pembangunan dan pelayanan:

1. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Serapan Rp 1,55 Miliar) Ini merupakan porsi belanja terbesar. Dana ini paling banyak terserap untuk Penghasilan Tetap (Siltap), Tunjangan, dan Operasional aparatur desa yang mencapai Rp 1,22 miliar. Sektor Sarana dan Prasarana Pemerintahan juga menyerap Rp 202,38 juta dari pagu Rp 213,08 juta. Penghematan di bidang ini secara keseluruhan mencapai Rp 44,68 juta.

2. Pelaksanaan Pembangunan Desa (Serapan Rp 915,49 Juta) Bidang infrastruktur dan pelayanan dasar menjadi fokus utama kedua. Dana desa dialirkan dengan tajam ke sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan realisasi raksasa sebesar Rp 664,30 juta. Selain itu, investasi pada sumber daya manusia juga terlihat pada realisasi belanja Kesehatan (Rp 141,66 juta) dan Pendidikan (Rp 71,58 juta). Pemerintah desa berhasil menghemat Rp 38,09 juta di bidang ini.

3. Pemberdayaan Masyarakat Desa (Serapan Rp 64,45 Juta) Program yang menyentuh langsung denyut nadi ekonomi dan sosial warga ini difokuskan pada Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga dengan serapan Rp 35,66 juta, serta Pertanian dan Peternakan sebesar Rp 19,65 juta. Meski program berjalan, desa masih bisa melakukan efisiensi sekitar Rp 9,54 juta, termasuk pada sektor UMKM.

4. Pembinaan Kemasyarakatan Desa (Serapan Rp 24,32 Juta) Anggaran ini dialokasikan untuk menjaga kondusivitas desa. Pos Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat menyerap penuh anggarannya yakni Rp 20 juta, menandakan komitmen desa pada keamanan lingkungan.

5. Penanggulangan Bencana dan Keadaan Darurat (Serapan Rp 108,25 Juta) Fakta paling menarik di sektor ini adalah suksesnya distribusi jaring pengaman sosial. Dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tersalurkan 100 persen tepat sasaran sebesar Rp 108.000.000,00. Sementara itu, ketiadaan bencana alam berskala besar di Desa Sogo sepanjang tahun 2025 membuat pos Penanggulangan Bencana nyaris utuh; dari anggaran Rp 23,53 juta, hanya terpakai Rp 250 ribu.

Kesimpulan Finansial: Surplus dan SiLPA yang Sehat

Sebagai akumulasi akhir, Pemerintah Desa Sogo secara resmi membukukan SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) Tahun Berjalan sebesar Rp 118.101.824,77.

Dana SiLPA senilai lebih dari Rp 118 juta ini menjadi instrumen penting bagi pemerintahan Desa Sogo. Angka ini bukanlah dana "menganggur", melainkan bukti efisiensi yang sah dan nantinya akan diinkorporasikan kembali ke dalam APBDes Tahun Anggaran 2026. Dengan sisa lebih anggaran yang kuat, Desa Sogo kini memiliki pijakan yang lebih kokoh untuk mengakselerasi program pembangunan lanjutan, memperkuat ketahanan ekonomi warga pasca-pemulihan, dan membuktikan bahwa tata kelola desa bisa bersaing secara profesional.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image